Ada fase hidup di mana kita merasa sudah berusaha, tapi hasilnya seperti lambat sekali terlihat.
Sudah niat berubah, sudah mulai menjaga beberapa hal, tapi tetap saja sering jatuh ke kesalahan yang sama.
Melihat orang lain yang tampak lebih konsisten kadang membuat kita merasa tertinggal.
Padahal, perjalanan setiap orang memang tidak pernah sama.
Dalam Islam, Allah tidak meminta manusia untuk sampai di titik tertentu dalam waktu singkat.
Yang Allah lihat adalah siapa yang mau terus melangkah, meski tertatih.
Allah berfirman:
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ ﴿٦٩﴾
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.
(QS. Al-‘Ankabut[29]: 69)
Ayat ini tidak bicara tentang hasil cepat, tapi tentang kesungguhan.
Kesungguhan itu tidak selalu terlihat besar.
Kadang bentuknya hanya keberanian untuk bangkit lagi setelah jatuh.
Kadang hanya bertahan agar tidak menyerah.
Tidak semua orang kuat berlari.
Sebagian orang berjuang dengan berjalan pelan, dan itu tidak membuat mereka lebih buruk.
Yang paling berbahaya bukan bergerak lambat,
tetapi berhenti karena merasa tidak cukup baik.
Dan selama kamu tidak berhenti, Allah tidak akan meninggalkanmu
Menjelang Ramadhan, mungkin kita belum siap sepenuhnya.
Tapi langkah kecil hari ini mengingat Allah, berniat memperbaiki diri sudah bernilai di sisi-Nya.
Mari mulai dari yang mampu kita jaga, bukan dari yang berat untuk dipaksakan.
Komunitas Kiprah Ridhallah
”Awali Hijrahmu dari Al-Qur’an”
www.kiprahridhallah.com