Ramadhan dan Media Sosial: Perlu Puasa Juga Nggak?

Ramadhan mengajarkan kita menahan lapar dan haus.
Tapi di zaman sekarang, mungkin ada satu hal lagi yang diam-diam sulit ditahan:
👍🏻📱 jempol yang terus ingin scroll.

Kita begitu hati-hati menjaga apa yang masuk ke mulut saat berpuasa. Namun sering lupa menjaga apa yang masuk ke mata dan hati lewat layar.
Satu video mengalihkan fokus,
satu komentar memancing emosi,
satu unggahan membuat kita membandingkan hidup sendiri dengan orang lain.
Tanpa sadar, energi habis bukan karena aktivitas, tapi karena terlalu lama berada di dunia maya dan tanpa sadar, media sosial bisa jadi “kebocoran” pahala

Puasa Bukan Soal Makan dan Minum
Dalam Al-Qur’an, Allah menjelaskan tujuan puasa adalah agar kita bertakwa. Artinya, puasa melatih kita untuk lebih sadar, lebih terjaga.

Komentar sinis, ghibah dalam bentuk digital, pamer berlebihan, atau konten yang tak pantas — semuanya bisa mengurangi makna puasa.

Artinya, puasa bukan hanya soal menahan yang membatalkan secara fisik, tapi juga belajar mengendalikan diri. Termasuk dalam menggunakan media sosial.

Perlu “Puasa” Media Sosial?
Bukan berarti harus menghilang sebulan penuh.
Bukan juga berarti semua media sosial itu buruk.
Tapi mungkin perlu batas.
Perlu jeda.
Perlu kesadaran saat membuka aplikasi:
🤔 “ini membawa kebaikan atau justru mengganggu ketenangan?”

Mengendalikan Diri
Ramadhan adalah momen melatih kendali. Kalau kita mampu menahan lapar berjam-jam, seharusnya menahan diri untuk tidak membuka ponsel setiap beberapa menit juga memungkinkan. Karena yang ingin dijaga bukan hanya sahnya puasa, tapi juga maknanya.

Barangkali tahun ini, yang perlu kita puasakan bukan hanya perut, tapi juga ego untuk selalu tampil, selalu berkomentar, selalu tahu segalanya.

“Menahan lapar itu wajib. Menahan diri itu tujuan.”

Wallahu’alam,

Menjaga diri bukan hanya dari yang membatalkan puasa, tapi juga dari yang mengeraskan hati.
Menata hati, bersama kami—
Komunitas Kiprah Ridhallah
“Awali Hijrahmu dari Al-Qur’an”
🌐 www.kiprahridhallah.com

Share the Post:

Berita Lainnya

cropped-YAYASAN-3.png

Komunitas Tilawah dan Tahsin. Dapatkan bimbingan membaca Al-Qur'an
sesuai kaidah Tajwid. Didirikan oleh Ustazah Umma Sittina, S.Pd.

Alamat

RT.6/RW.2, Dusun Dua, Tambelang, Krucil (Masjid AL-MUJAHIDIN)
KRUCIL, KAB. PROBOLINGGO, JAWA TIMUR, ID 67288

Copyright © Yayasan Cahaya Kiprah Ridho Ilahi 2024 | All Rights Reserved.

Scroll to Top